Pelaku Utama Judi Online Asal China Sampaikan Permintaan Maaf
Pelaku Utama Judi Online Asal China Sampaikan Permintaan Maaf Sejumlah anggota sindikat penipuan daring asal China yang dikenal sebagai kelompok Ming menyampaikan permohonan maaf secara terbuka menjelang pelaksanaan hukuman mati terhadap mereka. Kelompok ini sebelumnya diketahui menjalankan berbagai aktivitas ilegal di wilayah Myanmar sebelum akhirnya ditangkap dan diadili oleh otoritas China.
Dalam rekaman video yang dirilis oleh media pemerintah China pada Jumat (6/2), tampak salah satu anggota keluarga inti kelompok tersebut, Ming Zhenzhen, yang merupakan cucu dari pemimpin kelompok Ming, menyampaikan pernyataan penyesalan di hadapan pengadilan rakyat menengah di Wenzhou. Dalam pernyataannya, ia mengaku menyadari kesalahan yang telah diperbuat serta mengungkapkan rasa penyesalan mendalam atas keterlibatannya dalam jaringan penipuan daring tersebut.
Ming Zhenzhen menyatakan bahwa dirinya kini memahami dampak buruk dari tindakan yang dilakukan di masa lalu. Ia juga mengakui bahwa keterlibatannya dalam aktivitas ilegal tersebut merupakan bentuk kekeliruan yang didasari oleh ketidaktahuan dan keputusan yang salah. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta menyatakan kesiapannya untuk menerima konsekuensi hukum atas perbuatannya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Bai Yincang, yang merupakan bagian dari HOTEL4D sindikat keluarga Bai, kelompok lain yang memiliki keterkaitan erat dengan jaringan kejahatan tersebut. Dalam sidang yang berlangsung di pengadilan rakyat menengah Shenzhen, Bai mengungkapkan penyesalan atas tindakan kriminal yang telah dilakukan bersama keluarganya.
Ia menyebut bahwa aktivitas ilegal yang dijalankan telah menyebabkan kerugian besar bagi banyak warga China. Bai juga menyatakan bahwa dirinya merasa menyesal dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, serta menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah dan masyarakat China secara luas.
Sampaikan Permintaan Maaf
Kelompok Ming dan Bai diketahui memiliki peran signifikan dalam pengoperasian jaringan kejahatan lintas negara yang berpusat di wilayah Kokang, Myanmar. Di kawasan tersebut, kedua kelompok membangun kompleks yang digunakan untuk menjalankan berbagai aktivitas ilegal, termasuk penipuan daring, perjudian online, pemerasan, hingga praktik penahanan secara ilegal.
Selain terlibat dalam kejahatan ekonomi, kedua sindikat tersebut juga diketahui melakukan tindak kekerasan serius. Kelompok Ming dilaporkan terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap 14 warga negara China, sementara kelompok Bai terkait dengan kematian enam warga China lainnya. Fakta ini semakin memperkuat tingkat kejahatan yang dilakukan oleh jaringan tersebut.
Dari sisi finansial, aktivitas ilegal yang dijalankan kedua kelompok ini menghasilkan perputaran dana dalam jumlah yang sangat besar. Sindikat keluarga Ming tercatat memperoleh aliran dana ilegal hingga mencapai 10 miliar yuan atau setara dengan sekitar Rp24,29 triliun. Sementara itu, kelompok Bai mencatat angka yang lebih tinggi, yakni sekitar 29 miliar yuan atau setara Rp70,62 triliun.
Selain penipuan dan perjudian daring, kelompok Bai juga terlibat dalam aktivitas penyelundupan dan produksi narkotika dalam skala besar. Mereka dilaporkan memproduksi hingga 11 ton methamphetamine, yang semakin menambah kompleksitas dan dampak negatif dari jaringan kejahatan tersebut.
Pengadilan China menjatuhkan vonis hukuman mati kepada sejumlah anggota dari kedua sindikat tersebut dalam persidangan yang berlangsung pada September dan November 2025. Secara keseluruhan, sebanyak 11 terdakwa dari kelompok Ming dan empat terdakwa dari kelompok Bai dijatuhi hukuman mati atas berbagai tindak pidana berat yang dilakukan.